#include<iostream.h>
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
int main()
{
int menu;
puts("|||||||||||||||||||||||||program menghitung luas segitiga, trapesium,layang-layang dan bola|||||||||||||||||||||||||||||||");
menu:
cout<<"silahkan pilih bangun ruang!!!"<<'\n'<<endl<<endl;
puts("1.segitiga");
puts("2.trapesium");
puts("3.layang-layang");
puts("4.bola");
cin>>menu;
if (menu==1){
int luas,alas,tinggi;
cout<<"masukkan alas=";cin>>alas;
cout<<"masukkan tinggi=";cin>>tinggi;
luas=(alas*tinggi/2);
cout<<"luas segitiga=";cout<<luas;
}
else if(menu==2){
int luas,atas,bawah,tinggi;
cout<<("masukkan panjang atas=");cin>>atas;
cout<<("masukkan panjang bawah=");cin>>bawah;
cout<<("masukkan tinggi=");cin>>tinggi;
luas=(atas*bawah/2*tinggi);
cout<<"luas trapesium=";cout<<luas
<<endl
<<endl
<<endl
<<endl
<<endl
<<endl
<<endl
<<endl;
}
else if (menu==3){
int luas,D1,D2;
cout<<("masukkan diagonal 1=");cin>>D1;
cout<<("masukkan diagonal 2=");cin>>D2;
luas=(D1*D2/2);
cout<<"luas layang-layang";cout<<luas
<<endl
<<endl;
}
else if (menu==4){
int luas,r;
cout<<("masukkan jari-jari");cin>>r;
luas=(4*3,14*r*r);
cout<<"luas bola";cout<<luas
<<endl
<<endl;
}
goto menu;
//return 0;
}
Bulus_Wawung
Jumat, 11 Oktober 2013
Rabu, 09 Oktober 2013
#include<iostream.h>
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
using namespace std;
int menu()
{
cout<<"Fathony Ilham,04";
menu :
cout<<"Pilih mode penghitungan bangun ruang"<<'\n'<<endl<<endl;
puts("1. Persegi");
puts("2. Lingkaran");
puts("3. Segitiga");
puts("4. Persegi Panjang");
cout<<"menu :";
cin>> menu;
if (menu==1){
float setengah,alas,tinggi,luas;
clrscr();
cout<<"Masukkan nilai sisi :";
cin>>sisi;
luas = sisi*sisi;
cout<<"\nHasil "<<"Luas Persegi :"<<luas;
goto menu;
}
else if (menu==2){
float setengah,alas,tinggi,luas;
clrscr();
cout<<"Masukkan nilai jari-jari :";
cin>>r;
phi = 3.14;
luas = phi*r*r;
cout<<"\nHasil "<<"Luas Lingkaran :"<<luas;
goto menu;
}
else if (menu==3){
float setengah,alas,tinggi,luas;
clrscr();
cout<<"Masukkan nilai alas :";
cin>>alas;
cout<<"Masukkan nilai tinggi :";
cin>>tinggi;
setengah = 0.5;
luas = setengah*alas*tinggi;
cout<<"\nHasil "<<"Luas Segitiga :"<<luas;
goto menu;
}
else if (menu==4)
{float setengah,alas,tinggi,luas;
clrscr();
cout<<"Masukkan nilai alas :";
cin>>alas;
cout<<"Masukkan nilai tinggi :";
cin>>tinggi;
luas = alas*tinggi;
cout<<"\nHasil "<<"Luas Persegi Panjang :"<<luas;
goto menu;
}
getch();
}
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
using namespace std;
int menu()
{
cout<<"Fathony Ilham,04";
menu :
cout<<"Pilih mode penghitungan bangun ruang"<<'\n'<<endl<<endl;
puts("1. Persegi");
puts("2. Lingkaran");
puts("3. Segitiga");
puts("4. Persegi Panjang");
cout<<"menu :";
cin>> menu;
if (menu==1){
float setengah,alas,tinggi,luas;
clrscr();
cout<<"Masukkan nilai sisi :";
cin>>sisi;
luas = sisi*sisi;
cout<<"\nHasil "<<"Luas Persegi :"<<luas;
goto menu;
}
else if (menu==2){
float setengah,alas,tinggi,luas;
clrscr();
cout<<"Masukkan nilai jari-jari :";
cin>>r;
phi = 3.14;
luas = phi*r*r;
cout<<"\nHasil "<<"Luas Lingkaran :"<<luas;
goto menu;
}
else if (menu==3){
float setengah,alas,tinggi,luas;
clrscr();
cout<<"Masukkan nilai alas :";
cin>>alas;
cout<<"Masukkan nilai tinggi :";
cin>>tinggi;
setengah = 0.5;
luas = setengah*alas*tinggi;
cout<<"\nHasil "<<"Luas Segitiga :"<<luas;
goto menu;
}
else if (menu==4)
{float setengah,alas,tinggi,luas;
clrscr();
cout<<"Masukkan nilai alas :";
cin>>alas;
cout<<"Masukkan nilai tinggi :";
cin>>tinggi;
luas = alas*tinggi;
cout<<"\nHasil "<<"Luas Persegi Panjang :"<<luas;
goto menu;
}
getch();
}
Rabu, 02 Oktober 2013
PERCOBAAN IF & ELSE
Pencabangan tunggal: IF
Buatlah program di bawah ini. Jika umur diisi lebih dari 60 tahun maka akan ditampilkan
komentar.
komentar.
#include <iostream.h>
main()
{ int umur;
cout << “Masukkan umurmu = “;
cin >> umur;
if umur >= 60
cout << “Halo mbah” << endl;
cout << “Jadi umurmu ” << umur << ” tahun”;
}
main()
{ int umur;
cout << “Masukkan umurmu = “;
cin >> umur;
if umur >= 60
cout << “Halo mbah” << endl;
cout << “Jadi umurmu ” << umur << ” tahun”;
}
Kompilelah program tersebut, error apakah yang muncul dan bagaimana yang benar? Perbaiki
program tersebut dan jalankan beberapa kali dengan mengisikan nilai umur yang bervariasi.
Tambahkan baris berikut setelah baris cout << “Halo mbah…, untuk memberi komentar tambahan
jika umur lebih dari 60 tahun
program tersebut dan jalankan beberapa kali dengan mengisikan nilai umur yang bervariasi.
Tambahkan baris berikut setelah baris cout << “Halo mbah…, untuk memberi komentar tambahan
jika umur lebih dari 60 tahun
cout << “Salam buat cucumu ya” << endl;
Jalankan dengan mengisikan umur 80 tahun, lalu jalankan lagi untuk umur 20 tahun. Mengapa
komentar tambahan selalu muncul untuk umur berapapun (tidak sesuai dengan yang diinginkan)
serta bagaimana yang benar?
komentar tambahan selalu muncul untuk umur berapapun (tidak sesuai dengan yang diinginkan)
serta bagaimana yang benar?
Buatlah program sesuai contoh berikut
#include <iostream.h>
main()
{ int tahun, umur;
cout << “Masukkan tahun kelahiranmu = “;
cin >> tahun;
umur = 2003-tahun;
cout << “Umurmu ” << umur << ” tahun\n”;
if (umur < 17);
{ cout << “Kamu belum sweet seventeen\n”;
cout << “Belum cukup umur\n”; }
}
main()
{ int tahun, umur;
cout << “Masukkan tahun kelahiranmu = “;
cin >> tahun;
umur = 2003-tahun;
cout << “Umurmu ” << umur << ” tahun\n”;
if (umur < 17);
{ cout << “Kamu belum sweet seventeen\n”;
cout << “Belum cukup umur\n”; }
}
Kompile program tersebut, tidak ada compile error (kecuali beberapa warning). Jalankan dan
isikan tahun kelahiran 1988 dan 1975 serta nilai lain. Kesalahan apakah yang terjadi dan
bagaimana yang benar?
isikan tahun kelahiran 1988 dan 1975 serta nilai lain. Kesalahan apakah yang terjadi dan
bagaimana yang benar?
Pencabangan ganda: IF-ELSE
Buatlah program untuk menentukan apakah seseorang lulus atau tidak menggunakan nilainya
Buatlah program untuk menentukan apakah seseorang lulus atau tidak menggunakan nilainya
#include <iostream.h>
main()
{ int N;
cout << “Masukkan nilai (0 s/d 100) = “;
cin >> N;
if (N >= 50)
cout << “Lulus”
else (N < 50)
cout << “Tidak lulus”;
}
main()
{ int N;
cout << “Masukkan nilai (0 s/d 100) = “;
cin >> N;
if (N >= 50)
cout << “Lulus”
else (N < 50)
cout << “Tidak lulus”;
}
Error apa yang muncul waktu dikompile dan bagaimana yang benar? Perbaiki dan jalankan
dengan mengisikan beberapa nilai N.
dengan mengisikan beberapa nilai N.
Pencabangan bertingkat: IF-ELSE-IF
Buatlah program untuk memberi nilai huruf berikut.
Buatlah program untuk memberi nilai huruf berikut.
#include <iostream.h>
main()
{ int N;
cout << “Masukkan nilai = “;
cin >> N;
cout << “Nilai huruf = “;
if (N >= 80)
cout << “A”;
if (N >= 60)
cout << “B”;
if (N >= 40)
cout << “C”;
if (N < 40)
cout << “D”;
}
main()
{ int N;
cout << “Masukkan nilai = “;
cin >> N;
cout << “Nilai huruf = “;
if (N >= 80)
cout << “A”;
if (N >= 60)
cout << “B”;
if (N >= 40)
cout << “C”;
if (N < 40)
cout << “D”;
}
Jalankan dan isikan nilai 15, 25, 50, 75, dan 100. Hasilnya tidak sesuai dengan yang seharusnya,
jelaskan mengapa bisa terjadi seperti itu. Perbaiki program di atas dengan struktur pencabangan
bertingkat: if … else if … else if …. dst.(6). Buat flowchart dari program tersebut.
jelaskan mengapa bisa terjadi seperti itu. Perbaiki program di atas dengan struktur pencabangan
bertingkat: if … else if … else if …. dst.(6). Buat flowchart dari program tersebut.
Kondisi kombinatorial
Perbaiki program di atas dengan kondisi yang merupakan kombinasi logika, misalnya: jika N
lebih dari atau sama dengan 60 tetapi kurang dari 80 maka …, tanpa menggunakan pencabangan
bertingkat. Buat flowchart dari program tersebut.
Perbaiki program di atas dengan kondisi yang merupakan kombinasi logika, misalnya: jika N
lebih dari atau sama dengan 60 tetapi kurang dari 80 maka …, tanpa menggunakan pencabangan
bertingkat. Buat flowchart dari program tersebut.
Buat flowchart dari program di bawah ini.
#include <iostream.h>
main()
{ int N;
cout << “Masukkan nilai = “;
cin >> N;
cout << “Nilai huruf = “;
if (N >= 40)
if (N >= 60)
if (N >= 80)
cout << “A”;
else
cout << “B”;
else
cout << “C”;
else
cout << “D”;
}
main()
{ int N;
cout << “Masukkan nilai = “;
cin >> N;
cout << “Nilai huruf = “;
if (N >= 40)
if (N >= 60)
if (N >= 80)
cout << “A”;
else
cout << “B”;
else
cout << “C”;
else
cout << “D”;
}
Menu: Program konversi suhu
Buatlah program untuk menghitung konversi suhu dari C ke F atau R dan sebaliknya. Program
dimulai dengan mengisikan suhu yang akan dikonversi, kemudian menampilkan pilihan (menu)
sebagai berikut:
Pilih konversi berikut:
A. Celcius ke Fahrenheit
B. Fahrenheit ke Celcius
C. Celcius ke Reamur
D. Reamur ke Celsius
E. Fahrenheit ke Reamur
F. Reamur ke Fahrenheit
Setelah dipilih, maka program melakukan perhitungan konversi sesuai dengan yang dipilih dan
menampilkan hasilnya. Gunakan struktur pencabangan IF untuk program tersebut. Buat dahulu
flowchartnya baru programnya.
Buatlah program untuk menghitung konversi suhu dari C ke F atau R dan sebaliknya. Program
dimulai dengan mengisikan suhu yang akan dikonversi, kemudian menampilkan pilihan (menu)
sebagai berikut:
Pilih konversi berikut:
A. Celcius ke Fahrenheit
B. Fahrenheit ke Celcius
C. Celcius ke Reamur
D. Reamur ke Celsius
E. Fahrenheit ke Reamur
F. Reamur ke Fahrenheit
Setelah dipilih, maka program melakukan perhitungan konversi sesuai dengan yang dipilih dan
menampilkan hasilnya. Gunakan struktur pencabangan IF untuk program tersebut. Buat dahulu
flowchartnya baru programnya.
Rabu, 04 September 2013
KIMIA BOOSS!!
AZAS KEKEKALAN ENERGI
- A. Energi dan Entalpi
- “ Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari 1 bentuk energi ke bentuk energi yang lain. “
- Energi alam semesta adalah tetap, sehingga energi yang terlibat dalam suatu proses kimia dan fisika hanya merupakan perpindahan atau perubahan bentuk energi.
- Contoh perubahan energi :
- a. Energi radiasi diubah menjadi energi panas.
- b. Energi potensial diubah menjadi energi listrik.
- c. Energi kimia menjadi energi listrik.
2). Sistem dan Lingkungan
- Sistem adalah bagian dari alam semesta yang menjadi pusat perhatian langsung dalam suatu percobaan tertentu.
- Lingkungan adalah bagian lain dari alam semesta yang terdapat di luar sistem.
- Secara umum terdapat 3 jenis sistem :
- a. Sistem terbuka.
Contoh : kopi panas dalam gelas terbuka, akan melepaskan panas dan uap air ke lingkungannya.
- b. Sistem tertutup.
Contoh : kopi panas dalam gelas tertutup, dapat melepaskan panas / kalor ke lingkungannya tetapi tidak ada uap air yang hilang.
- c. Sistem terisolasi.
Contoh : kopi panas dalam suatu termos.
3). Energi dan Entalpi
- Sesuai dengan Hukum Termodinamika I, yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi energi hanya dapat diubah dari 1 bentuk energi ke bentuk energi yang lain, maka jumlah energi yang diperoleh oleh sistem akan = jumlah energi yang dilepaskan oleh lingkungan. Sebaliknya, jumlah energi yang dilepaskan oleh sistem akan = jumlah energi yang diperoleh oleh lingkungan.
- Energi adalah kapasitas untuk melakukan kerja ( w ) atau menghasilkan panas / kalor ( q ).
- Energi yang dimiliki oleh sistem dapat berupa energi kinetik ( berkaitan dengan gerak molekul sistem ) maupun energi potensial.
- Energi dalam ( E ) adalah jumlah energi yang dimiliki oleh suatu zat atau sistem.
- Perpindahan energi antara sistem dan lingkungan terjadi dalam bentuk kerja ( w ) atau dalam bentuk kalor ( q ).
- Tanda untuk kerja ( w ) dan kalor ( q ) :
v Sistem menerima kalor, q bertanda ( + ).
v Sistem melakukan kerja, w bertanda ( – ).
v Sistem membebaskan kalor, q bertanda ( – ).
- Energi dalam ( E ) termasuk fungsi keadaan yaitu besaran yang harganya hanya bergantung pada keadaan sistem, tidak pada asal-usulnya. Keadaan suatu sistem ditentukan oleh jumlah mol ( n ), suhu ( T ) dan tekanannya ( P ).
- Energi dalam juga termasuk sifat ekstensif yaitu sifat yang bergantung pada jumlah zat.
- Misalnya : jika E dari 1 mol air = y kJ maka E dalam 2 mol air ( T,P ) = 2y kJ.
- Nilai energi dalam dari suatu zat tidak dapat diukur, tetapi yang diperlukan dalam termokimia hanyalah perubahan energi dalam ( DE ).
E1 = energi dalam pada keadaan awal
E2 = energi dalam pada keadaan akhir
- Untuk reaksi kimia :
Ep = energi dalam produk
Er = energi dalam reaktan
4). Kerja ( w )
Kerja yang dilakukan oleh sistem :
w = - F. s ( kerja = gaya x jarak )
F = P. A
maka :
w = - ( P. A ) . h
w = - P. ( A . h )
w = - P. DV
Satuan kerja = L. atm
1 L. atm = 101,32 J
Contoh :
Hitunglah besarnya kerja ( J ) yang dilakukan oleh suatu sistem yang mengalami ekspansi melawan P = 2 atm dengan perubahan V = 10 L !
Jawaban :
w = - P. DV
= – 2 atm x 10 liter
= – 20 L.atm = – 2.026,4 J
5). Kalor ( q )
- Kalor adalah energi yang berpindah dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya, karena adanya perbedaan suhu yaitu dari suhu lebih tinggi ke suhu lebih rendah.
- Perpindahan kalor akan berlangsung sampai suhu antara sistem dan lingkungannya sama.
- Meskipun kita mengatakan bahwa sistem “ menerima “ atau “ membebaskan “ kalor, tetapi sistem tidak mempunyai energi dalam bentuk “ kalor “.
- Energi yang dimiliki sistem adalah energi dalam ( E ), yaitu energi kinetik dan potensial.
- Perpindahan kalor terjadi ketika molekul dari benda yang lebih panas bertumbukan dengan molekul dari benda yang lebih dingin.
- Satuan kalor = kalori ( kal ) atau joule ( J ).
- Mengukur jumlah kalor :
atau
q = C x DT ; q = m x L
dengan :
q = jumlah kalor ( J )
m = massa zat ( g )
DT = perubahan suhu ( oC atau K )
c = kalor jenis ( J / g.oC ) atau ( J / g. K )
C = kapasitas kalor ( J / oC ) atau ( J / K )
L = kalor laten ( J / g ) = kalor peleburan / pelelehan dan kalor penguapan.
Contoh :
Berapa joule diperlukan untuk memanaskan 100 gram air dari 25 oC menjadi 100 oC? ( kalor jenis air = 4,18 J / g.K )
Jawaban :
q = m x c x DT
= 100 x 4,18 x ( 100 – 25 ) = 31.350 J = 31, 35 kJ.
- Hubungan antara E, q dan w :
w = P. DV
- Jika reaksi berlangsung pada sistem terbuka dengan tekanan ( P ) tetap maka :
Contoh :
Suatu reaksi eksoterm mempunyai harga DE = – 100 kJ. Jika reaksi berlangsung pada P tetap dan V sistem bertambah, maka sebagian DE tersebut digunakan untuk melakukan kerja. Jika jumlah kerja yang dilakukan sistem = – 5 kJ, maka :
qp = DE – w
= -100 kJ – ( -5 kJ ) = – 95 kJ
- Jika reaksi berlangsung pada sistem tertutup dengan volume tetap ( DV = 0 ) artinya = sistem tidak melakukan kerja ( w = 0 ).
DE = qv + 0
DE = qv
Hal ini berarti bahwa semua perubahan energi dalam ( DE ) yang berlangsung pada sistem tertutup akan muncul sebagai kalor.
Contoh :
Suatu reaksi yang berlangsung pada V tetap disertai penyerapan kalor = 200 kJ. Tentukan nilai DE, q dan w reaksi itu!
Jawaban :
Sistem menyerap kalor, artinya q = + 200 kJ.
Reaksi berlangsung pada V tetap, w = 0 kJ.
DE = qv + w
= + 200 kJ + 0 kJ = + 200 kJ
Reaksi Endoterm dan Reaksi Eksoterm
Reaksi Endoterm dan Eksotermv Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem ( kalor diserap oleh sistem dari lingkungannya ); ditandai dengan adanya penurunan suhu lingkungan di sekitar sistem.
v Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan ( kalor dibebaskan oleh sistem ke lingkungannya ); ditandai dengan adanya kenaikan suhu lingkungan di sekitar sistem.
v Reaksi eksoterm pada umumnya berlangsung spontan, sedangkan reaksi endoterm tidak.
v Pada reaksi endoterm : DH = Hp – Hr > 0 ( bertanda positif )
v Pada reaksi eksoterm : DH = Hp – Hr < 0 ( bertanda negatif )
Beberapa contoh reaksi yang bersifat eksoterm, antara lain :
1. Reaksi pembakaran
- pembakaran gas dapur
- pembakaran kawat magnesium (Mg)
2. Reaksi penetralan
- Netralisasi asam klorida dengan natriun hidroksida
- Netralisasi asam sulfat dengan kalium hidroksida
Beberapa contoh reaksi yang bersifat endoterm, antara lain :
1. Penguraian garam karbonat
CaCO3 → CaO(s) + CO2(g)
2. Pelarutan garam nitrat
KNO3(s) + H2O(l) → KNO3(aq)http://umpanhiu.blogspot.com/
Langganan:
Komentar (Atom)